Pembagian Hadits Ditinjau Sampainya Hadits pada Kita (bag 1) 0

gilang samudra el-Muhith | 06.56 |


Setelah kita mengetahui Ta'rif (definisi) Sanad. Pada tahap berikutnya kita akan mendapati hadits dengan sanad yang bebeda-beda. Artinya ada satu matan yang memiliki jalan (sanad) yang banyak dan berbeda-beda. Atau satu matan yang hanya memiliki satu jalan (sanad). dll.
Dari sini kita dapat membagi hadits berdasarkan jalan (sanad) sampainya sebuah matan pada kita, atau lebiih tepatnya pada Muhaddits. DR. Mahmud ath-Thohhan membagi hadits ditinjau sampainya hadits pada muhaddits menjadi dua bagian :
1. Jika hadits tersebut memiliki banyak jalan, tidak terbatas, jumlahnya tentu maka ia dinamakan (hadits) mutawatir.
2. Dan jika hadits tersebut memiliki jalan yang terbatas, jumlahnya tertentu maka dinamakan (hadits) Ahad.

Ta'rif Mutawatir
Secara bahasa adalah bentuk 'Isim Fa'il' pecahan dari 'tawaataro' yakni tataabu' (berturut-turut). Seperti perkataan 'Tawaataro al-mathoru' yakni 'tataaba'a nuzuluhu' (berturut-turut turunnya).
Secara istilah : hadits yang diriwiyatkan rowinya banyak dan secara adat tidak mungkin untuk mengadakan kesefakatan berdusta.

Syarat Hadits Mutawatir :
1. Jumlah yang meriwayatkannya banyak.
2. Pada setiap thobaqot (tingkatan) sanad terdapat bnayak rowi.
3. Secara adat tidak mungkin untuk mengadakan kesefakatan berdusta.
4. Shigoh (bentuk) penyampainnya menggunakan anggota panca indera. Contoh Aku mendengar dari..., aku melihat..., dll.

Contoh hadits-hadits mutawatir dapat ditemukan pada hadits tentang mengusap sepatu, hadits mengangkat kedua tangan dalam shalat, dll.
/el-muhith/

0 Responses So Far:

 
gilang samudra Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS