Istilah-Istilah Dalam Ilmu Hadits (1) 0

gilang samudra el-Muhith | 03.26 |


1. al-Hadits
Secara bahasa adalah al-jadid (sesuatu yang baru). Bentuk pluralnya "al-Ahaadiits".
Secara istilah Hadits adalah Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, ataupun sifat.

2. al-Atsar
Secara Bahasa adalah al-Baqiyyatu asy-syai'i (sesisa dari sesuatu).
Secara istilah terdapat dua pendapat :
1. Persamaan dari al-Hadits : yakni bahwa makna kedua-duanya adalah satu istilah.
2. Pembeda dari al-Hadits. Yakni sesuatu yang dsandarkan kepada Shahabat, Tabi'in baik berupa ucapan maupun perbuatan.

3. Sanad
Secara bahasa adalah al-mu'tamad (yang bergantung). Dinamakan demikian karena hadits disandarkan padanya dan bergantung padanya.
Secara istilah : untaian rowi (silsilaturrijal) yang menyampaikan pada matan.
Contoh :
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahab ats-Tsaqofy, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Nabi SAW bersabda : "Tiga perkara barang siapa yang ada pada dirinya (tiga perkara itu) pasti ia akan (merasakan) manisnya iman, (1) bahwa Allah dan Rosul-Nya lebih ia ia cintai dari yang lainnya. (2) Ia mencintai seseorang karena Allah (3) ia membenci untuk kembali pada kekufuran sebagaimana ia membenci jika dicampakkan di neraka (HR. Al-Bukhori, Kitab Iman, Bab Manisnya Iman (Halawatul Iman).
Penjelasan : sanad dalam hadits tersebut adalah di mulai dari "telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna .... (sampai) dari Abu Qilabah.

4. Matan
Secara bahasa adalah sesuatu yang keras dan permukaan paling tinggi dari bumi.
Secara istilah : sesuatu yang berada di ujung sanad dari sebuah kalam.(Isi dari sebuah hadits)
Contoh : dari hadits diatas yang termasuk matan adalah ""Tiga perkara barang siapa yang ada pada dirinya (tiga perkara itu) pasti ia akan (merasakan) manisnya iman, (1) bahwa Allah dan Rosul-Nya lebih ia ia cintai dari yang lainnya. (2) Ia mencintai seseorang karena Allah (3) ia membenci untuk kembali pada kekufuran sebagaimana ia membenci jika dicampakkan di neraka ".
Referensi : Kitab Taisir Mustholah al-hadits, DR. Mahmud ath-thohhaan.
/el-muhith/

0 Responses So Far:

 
gilang samudra Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS